Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas bermain game online Mobile Legends terhadap komunikasi interpersonal siswa sekolah menengah kejuruan di SMK Negeri 4 Pekanbaru. Perkembangan teknologi digital dan meningkatnya penggunaan game online di kalangan remaja diduga memengaruhi pola interaksi sosial serta kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan desain penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah siswa laki-laki yang aktif bermain Mobile Legends, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 92 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang disusun berdasarkan indikator intensitas bermain game online dan komunikasi interpersonal. Variabel intensitas bermain diukur melalui frekuensi bermain, durasi bermain, dan interaksi bermain bersama teman, sedangkan variabel komunikasi interpersonal meliputi aspek keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Data penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki intensitas bermain Mobile Legends pada kategori sedang hingga tinggi dengan durasi bermain dominan 1–4 jam per hari. Hasil uji korelasi Spearman Rank memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,259 dengan nilai signifikansi 0,013. Temuan tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara intensitas bermain game online Mobile Legends terhadap komunikasi interpersonal siswa, meskipun hubungan yang dihasilkan berada pada kategori rendah. Intensitas bermain yang tinggi cenderung memengaruhi keterbukaan, empati, dan komunikasi tatap muka siswa. Namun, permainan Mobile Legends juga memberikan dampak positif dalam aspek kerja sama tim dan koordinasi komunikasi digital. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan pendampingan dari pihak sekolah maupun orang tua agar penggunaan game online tetap seimbang dan tidak mengganggu perkembangan komunikasi interpersonal siswa.