Proses pemaknaan simbol budaya dalam tradisi arak iring bajambau
-
-
Published: August 15, 2026
-
Page: 43-57
Abstract
Tradisi Arak Iring Bajambau merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Desa Balung XIII Koto Kampar yang masih dipertahankan hingga saat ini. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji interaksi simbolik dalam tradisi budaya lokal, kajian yang menjelaskan proses pemaknaan simbol budaya melalui interaksi sosial masyarakat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemaknaan simbol budaya dalam Tradisi Arak Iring Bajambau melalui perspektif interaksi simbolik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap lima informan yang terdiri atas Kepala Desa, niniak mamak, dan masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan tradisi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol budaya, seperti jambau, pagobah, alat musik tradisional, pakaian adat, ritual makan bajambau, dan peran niniak mamak, memperoleh makna melalui proses interaksi sosial yang berlangsung secara berkelanjutan. Makna tersebut dibentuk, dinegosiasikan, dipertahankan, dan direinterpretasikan sesuai dengan dinamika kehidupan masyarakat sehingga tradisi tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai media komunikasi budaya yang memperkuat solidaritas sosial, identitas budaya, dan pewarisan nilai antargenerasi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian interaksi simbolik dengan menunjukkan bahwa keberlangsungan tradisi budaya tidak hanya ditentukan oleh pelestarian simbol, tetapi juga oleh proses komunikasi sosial yang secara terus-menerus mereproduksi makna simbol dalam kehidupan masyarakat.