Dampak abuse relationship terhadap kesulitan belajar remaja

Yulian H Wenno(1), Carolina Alexandra Seipalla(2), Marlien Naomi Haurissa(3),
(1) Universitas Pattimura, Ambon  Indonesia
(2) Universitas Pattimura, Ambon  Indonesia
(3) Universitas Pattimura, Ambon  Indonesia

Corresponding Author



Full Text:    Language : 

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abuse relationship terhadap kesulitan belajar pada remaja. Masa remaja merupakan fase perkembangan yang rentan terhadap berbagai permasalahan psikologis dan sosial, termasuk hubungan interpersonal yang tidak sehat. Hubungan yang mengandung kekerasan emosional, verbal, maupun fisik dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja dan berdampak pada proses belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian terdiri atas 57 remaja tingkat SMA/sederajat yang memiliki pengalaman menjalani hubungan pacaran yang bersifat abusif. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Likert yang terdiri atas Skala Abuse Relationship dan Skala Kesulitan Belajar. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pada variabel Abuse Relationship dinyatakan valid, sedangkan pada variabel Kesulitan Belajar terdapat 11 item valid. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,924 untuk variabel Abuse Relationship dan 0,913 untuk variabel Kesulitan Belajar, sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Analisis regresi linier sederhana menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,008 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara abuse relationship terhadap kesulitan belajar remaja. Semakin tinggi tingkat abuse relationship yang dialami remaja, maka semakin tinggi pula tingkat kesulitan belajar yang mereka alami. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mental dan kondisi akademik remaja.

Keywords


Abuse relationship, kesulitan belajar, remaja, kesehatan mental, hubungan interpersonal.

References


Ardhianita, F. M., & Andayani, B. (2015). Hubungan pacaran dan perkembangan remaja. Jurnal Psikologi, 4(1), 45–55.

Bowlby, J. (1969). Attachment and loss: Vol. 1. Attachment. Basic Books.

Briere, J., & Scott, C. (2006). Principles of trauma therapy: A guide to symptoms, evaluation, and treatment. Sage Publications.

Blumer, H. (1969). Symbolic interactionism: Perspective and method. University of California Press.

Corey, G. (2013). Theory and practice of counseling and psychotherapy (9th ed.). Brooks/Cole.

Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. W. W. Norton & Company.

Gysbers, N. C., & Henderson, P. (2012). Developing and managing your school guidance and counseling program (5th ed.). American Counseling Association.

Holland, J. L. (1997). Making vocational choices: A theory of vocational personalities and work environments (3rd ed.). Psychological Assessment Resources.

Hurlock, E. B. (1980). Developmental psychology: A life-span approach (5th ed.). McGraw-Hill.

Julianto, V., Cahayani, R., Sukmawati, S., & Aji, E. (2020). Hubungan antara harapan dan harga diri terhadap kebahagiaan pada orang yang mengalami toxic relationship dengan kesehatan psikologis. Jurnal Psikologi Integratif, 8(1), 103–115. https://doi.org/10.14421/jpsi.v8i1.2016

Komnas Perempuan. (2020). Catatan tahunan Komnas Perempuan 2020. Komnas Perempuan.

Komnas Perempuan. (2021). Catatan tahunan Komnas Perempuan 2021. Komnas Perempuan.

Marcia, J. E. (1966). Development and validation of ego identity status. Journal of Personality and Social Psychology, 3(5), 551–558. https://doi.org/10.1037/h0023281

McGraw-Hill. (2002). The McGraw-Hill encyclopedia of psychology. McGraw-Hill.

Miftahuddin, M., Suhaimi, S., Zatrahadi, M. F., Darmawati, D., Ifdil, I., Dirgantara, G. D., & Rahmad, R. (2022). Prokrastinasi akademik pembelajaran online dan perbedaan gender pada mahasiswa di Provinsi Riau. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 8(2), 137–146.

Santrock, J. W. (2012). Adolescence (14th ed.). McGraw-Hill.

Straus, M. A. (2005). Women’s violence toward men is a serious social problem. In D. R. Loseke, R. J. Gelles, & M. M. Cavanaugh (Eds.), Current controversies on family violence (pp. 55–78). Sage Publications.

Super, D. E. (1957). The psychology of careers. Harper & Row.

Toth, S. L., & Cicchetti, D. (1996). Child maltreatment and development: A multilevel perspective. In R. D. Vasta (Ed.), Annals of child development (Vol. 13, pp. 1–40). Jessica Kingsley.

World Health Organization. (2013). Global and regional estimates of violence against women: Prevalence and health effects of intimate partner violence and non-partner sexual violence. WHO Press.

Zatrahadi, M. F., Darmawati, D., Rahmad, R., Istiqomah, I., & Syarifah, S. (2023). Stres akademik antara offline dan online pada dunia pendidikan dalam pandangan Islam. Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 13(1), 1–6.

Zulfiani, D., Rahayu, S., & Latifah, R. (2018). Fenomena kekerasan seksual dalam hubungan pacaran di kalangan remaja. Jurnal Psikologi Insight, 14(1), 45–56.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.