Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abuse relationship terhadap kesulitan belajar pada remaja. Masa remaja merupakan fase perkembangan yang rentan terhadap berbagai permasalahan psikologis dan sosial, termasuk hubungan interpersonal yang tidak sehat. Hubungan yang mengandung kekerasan emosional, verbal, maupun fisik dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja dan berdampak pada proses belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian terdiri atas 57 remaja tingkat SMA/sederajat yang memiliki pengalaman menjalani hubungan pacaran yang bersifat abusif. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Likert yang terdiri atas Skala Abuse Relationship dan Skala Kesulitan Belajar. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pada variabel Abuse Relationship dinyatakan valid, sedangkan pada variabel Kesulitan Belajar terdapat 11 item valid. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,924 untuk variabel Abuse Relationship dan 0,913 untuk variabel Kesulitan Belajar, sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Analisis regresi linier sederhana menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,008 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara abuse relationship terhadap kesulitan belajar remaja. Semakin tinggi tingkat abuse relationship yang dialami remaja, maka semakin tinggi pula tingkat kesulitan belajar yang mereka alami. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mental dan kondisi akademik remaja.
Keywords
Abuse relationship, kesulitan belajar, remaja, kesehatan mental, hubungan interpersonal.