Strategi Terapis dalam Penanganan Speech Delay pada Anak

Radhitya Azhany(1), Azni Azni(2),
(1) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru  Indonesia
(2) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru  Indonesia

Corresponding Author



Full Text:    Language : in

Abstract


Pada saat pelaksanaan terapi wicara, diperlukannya strategi adaptif agar terapi berjalan dengan optimal, terkhusus jika terapi wicara hanya di tangani oleh 1 (satu) orang terapis seperti di Humanika Psychology Center dan jumlah yang mengikuti terapi bertambah setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mengetahui strategi adaptif yang diterapkan oleh terapis wicara dalam memberikan terapi wicara kepada anak speech delay di Humanika Psychology Center Pekanbaru. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi, data diperoleh melalui observasi, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Dari penelitian yang sudah dilakukan, maka diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa strategi adaptif terapis di Humanika Psychology Center Pekanbaru meliputi penyesuaian durasi, metode, hingga media berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan anak, memberikan afirmasi positif, menyesuaikan peran sesuai dengan kondisi anak, dan menjaga hubungan komunikasi bersama orang tua, sehingga terapi yang dilaksanakan menghasilkan respon adaptif dimana terapi berjalan dengan baik dan maksimal dengan anak menunjukkan perubahan cukup signifikan kearah yang lebih baik. Terapis tidak hanya sekedar memberikan pengajaran ataupun sebagai pelatih bahasa komunikasi, akan tetapi terapis juga mampu memahami kebutuhan anak dan membangun hubungan dengan penuh kesabaran, empati dan rasa kasih sayang.

Keywords


Anak speech delay, Strategi adaptif, Terapi wicara, Terapis wicara.

References


Aini, Q., & Alifia, P. (2022). Gangguan Keterlambatan Berbicara (Speech Delay) Pada Anak Usia 6 Tahun Di RA An-Nuur Subang. Ash-Shobiy: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Dan Al- Qur’an, 1(1), 8–17.

Amalia, R., Afrika, E., Irdan, & Handayani, S. (2024). Analisis Penyebab Keterlambatan Berbicara pada Anak Usia 2-5 Tahun. Jurnal MID-Z, 7(1), 62–70. https://doi.org/10.56013/JURNALMIDZ.V7

Ekasari, T., Hamdani, H. M. I., Maulana, M. D., Fia, N. F., & Nurani. (2025). Identifikasi Kebutuhan Media Dalam Terapi Wicara: Langkah Menuju Metode Yang Efektif. Jurnal Teras Kesehatan, 8(1), 40–50.

Kemenkes. (2024). Strategi Komunikasi Efektif dan Stimulasi Perkembangan Bicara Anak Pada Pasien Dengan Gangguan Perilaku dan Speech Delay. Retrieved from Kemenkes website: https://lms.kemkes.go.id/courses/e43dd296-8130-4962-a040-e1ea0009487f

Lahallo, A. C., & Kertamuda, F. E. (2025). Gambaran Resiliensi pada Ibu dengan Anak Speech delay. As- Syar ’ I : Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga As- Syar ’ I : Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 7(1), 278–294. https://doi.org/10.47476/assyari.v7i1.6441

Laily, D., & Nursanti, I. (2024). Model Konsep Teori Adaptasi Callista Roy Pada Asuhan Keperawatan Dengan Anorexia Nervosa. Nusantara Hasana Journal, 3(8), 108–123.

Mayasari, A. M., & Purpitasari, A. I. (2025). Strategi Terapis Wicara Yang Dapat Diterapkan oleh Orang Tua Penderita Keterlambatan Berbicara ( Speech Delay ). Mahesa : Malahayati Health Student Journal, 5(3), 1018–1033.

Muthia, A., Putri, T. S., & Fidrayani. (2024). Optimalisasi Komunikasi Anak Speech Delay Melalui Strategi Penanganan dan Pembelajaran Bahasa. Journal Of Disability Studies And Research, 3(1), 12–22.

Nuraida, A., Hermansyah, T., & Fanshoby, M. (2024). Komunikasi Interpersonal Antara Terapis Wicara dan Anak Speech Delay di Rumah Tafdhila Indonesia. El Madani: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam, 5(02), 118–136.

Nuryana, A., Pawito, & Utari, P. (2019). Pengantar metode penelitian kepada suatu pengertian yang mendalam mengenai konsep fenomenologi. 2, 19–24.

Permenkes. Standar Pelayanan Terapi Wicara. , (2014). Jakarta, Indonesia.

Primatanti, N. P. S. P. S. P. A., Kusumadewi, N. P. I., & Riandra. (2024). Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Speech Delay Pada Anak. Prepotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8, 3304–3317.

Rahmah, F., Kotrunnada, S. A., Purwati, & Mulyadi, S. (2023). Penanganan Speech Delay pada Anak Usia Dini melalui Terapi Wicara. As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 99–110. https://doi.org/10.32678/assibyan.v8i1.8279

Rofii, M. (2021). Teori dan Falsafah Keperawatan (1st ed.). Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Sofiyah, I., Susaldi, N., & Sumanti, N. T. (2024). Hubungan Pengetahuan, Pola Asuh Orang Tua dan Durasi Paparan Gadget dengan Kejadian Speech Delay (Keterlambatan Berbicara) Pada Anak Prasekolah Usia 3-6 Tahun di Klinik Ikhlas Medika 2 Tahun 2023. Sinergi: Jurnal Riset Ilmiah, 1(2), 90–98.

Sunanik. (2013). Pelaksanaan Terapi Wicara dan Terapi Sensori Integrasi pada Anak Terlambat Bicara. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 19–44. https://doi.org/10.21580/nw.2013.7.1.542

Tendean, J. J., Sinaga, J., Nainggolan, S., & Sinambela, J. L. (2023). Strategi Adaptif Dalam Meredakan Konflik Keluarga. Mutiara : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 1(2), 31–45. https://doi.org/10.61404/jimi.v1i2.33

Twistiandayani, R., & Umah, K. (2019). Terapi Wicara dan Sosial Stories Pada Interaksi Sosial Anak Autis. Surabaya: UM Surabaya Publishing.

Yuniari, N. M., & Juliari, I. G. A. I. T. (2020). Strategi Terapis Wicara Yang Dapat Diterapkan Oleh Orang Tua Penderita Keterlambatan Berbicara (Speech Delay). Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(3), 564–570.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.