Abstract
Pendidikan tinggi di Indonesia mengalami transformasi menuju model korporatisasi akibat pengaruh neoliberalisme dan reformasi manajemen berbasis pasar seperti PTN-BH dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkritisi dampak reformasi tersebut terhadap integritas akademik dan kesejahteraan dosen, menganalisis kegagalan sistem insentif publikasi yang memunculkan fenomena Academic Cobra Effect, serta merumuskan alternatif pengelolaan pendidikan yang lebih humanis. Penelitian menggunakan metode Critical Integrative Review dengan pendekatan analisis wacana kritis dan sintesis tematik terhadap berbagai literatur periode 2016–2026. Hasil penelitian menunjukkan tiga distorsi utama, yaitu komodifikasi pengetahuan yang mendorong obsesi publikasi dan manipulasi metrik akademik, manajerialisme ekstrem yang menempatkan dosen dalam budaya audit administratif, serta meningkatnya prekariat akademik yang memicu burnout dan ketidakamanan kerja. Sebagai alternatif, artikel ini menawarkan paradigma Humanistic Management melalui tata kelola partisipatif, evaluasi akademik yang bertanggung jawab, pedagogi kritis, dan ekologi kerja yang lebih adil.