Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab perilaku bullying di sekolah menengah serta menganalisis dampaknya terhadap kondisi psikologis korban. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai pengalaman bullying yang dialami korban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying berlangsung selama kurang lebih dua bulan dan dipicu oleh faktor individu, tekanan teman sebaya, serta lingkungan sekolah yang kurang responsif. Korban mengalami berbagai dampak psikologis, antara lain kecemasan, penurunan rasa percaya diri, perilaku menarik diri, ketidaknyamanan berada di kelas, peningkatan ketidakhadiran, serta penurunan capaian akademik. Penelitian ini juga menguraikan implikasi bagi layanan Bimbingan dan Konseling (BK), terutama pentingnya layanan preventif dan responsif dalam menangani kasus bullying. Cognitive-Behavioral Therapy (CBT) diidentifikasi sebagai pendekatan yang efektif untuk mengubah pola pikir maladaptif, mengatur emosi, serta mengurangi perilaku agresif pada pelaku. Temuan penelitian menegaskan perlunya program BK yang komprehensif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.
Keywords
Bullying verbal, Cognitive Behavioral Therapy, Dampak psikologis, Konseling sekolah, Kesehatan mental remaja