Kesenjangan pengetahuan perilaku dalam kesejahteraan digital remaja: psikoedukasi berbasis asesmen kebutuhan melalui layanan bimbingan dan konseling di sekolah menengah pertama negeri 3 pekanbaru
-
-
Published: August 22, 2026
-
Page: 25-46
Abstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memetakan kebutuhan siswa sekolah menengah pertama terkait kesehatan mental dan penggunaan media sosial, mengidentifikasi bentuk tekanan sosial digital yang paling menonjol, mendeskripsikan perancangan serta pelaksanaan psikoedukasi yang merespons kebutuhan tersebut, dan mengevaluasi keterlaksanaannya secara deskriptif. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 3 Pekanbaru pada Mei 2026 melalui layanan Bimbingan dan Konseling, mencakup asesmen kebutuhan berbasis angket (n = 161), pelaksanaan layanan psikoedukasi, dan survei pascaprogram (n = 5), dengan analisis deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Asesmen menunjukkan 68,9% siswa berada pada kategori pemahaman tinggi, dengan persetujuan di atas 87% pada hampir seluruh butir pemahaman positif, termasuk pentingnya keseimbangan aktivitas daring dan luring (96,9%). Pada populasi yang sama teridentifikasi kerentanan psikososial: fear of missing out (41,6%), kesedihan akibat perbandingan sosial (32,3%), kesulitan mengontrol penggunaan saat belajar (29,2%), dan tekanan tampil sempurna (23,6%). Pola ini mengindikasikan kesenjangan pengetahuan–perilaku dalam kesejahteraan digital dan mengarahkan fokus psikoedukasi dari penyampaian informasi risiko menuju penguatan regulasi diri. Evaluasi pascaprogram bersifat eksploratif dan tidak menyimpulkan keluaran program.
- Kesehatan Mental Remaja,
- Media Sosial,
- Fear Of Missing Out,
- Perbandingan Sosial,
- Regulasi Diri Digital