Pengabdian perguruan tinggi menuju perubahan sosial berkelanjutan: framework experiential learning yang mengintegrasikan konseling, pengembangan karakter, dan promosi kesehatan masyarakat di desa teluk kenidai

  • Published: August 22, 2026
  • Page: 47-59

Abstract

Perguruan tinggi dituntut bergeser dari peran knowledge transfer menuju social impact university yang berkontribusi langsung pada penyelesaian persoalan riil masyarakat, sementara praktik pengabdian masih cenderung parsial dan memisahkan dimensi pendidikan mahasiswa, layanan konseling, serta promosi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan melaksanakan pengabdian terintegrasi sekaligus merumuskan framework Higher Education Social Transformation berbasis experiential learning melalui program Konseling Masyarakat dan Outbond (KOMANDO) 2025 di Desa Teluk Kenidai. Pengabdian menggunakan Community-Based Participatory Approach dengan kerangka siklus belajar Kolb; data bersumber dari laporan pelaksanaan, dokumentasi lapangan, observasi, refleksi harian, serta umpan balik lisan siswa, masyarakat, dan mitra. Hasil menunjukkan keterlibatan mahasiswa dalam layanan modifikasi perilaku dan bimbingan karier memberikan indikasi penguatan kompetensi profesional dan karakter calon konselor, khususnya empati, komunikasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial. Pendampingan Tim Penggerak PKK dan Kader Posyandu serta seminar parenting bertema resiliensi mental anak berpotensi memperkuat kapasitas pengasuhan keluarga, sedangkan aksi GERMAS berupa gotong royong dan penanaman seribu pohon buah menunjukkan indikasi penguatan partisipasi, modal sosial, dan kepedulian lingkungan. Disimpulkan bahwa integrasi konseling, pengembangan karakter, dan promosi kesehatan berkontribusi potensial sebagai model pengabdian yang terintegrasi dan berkelanjutan, dengan framework yang diusulkan masih bersifat konseptual dan memerlukan pengujian lanjutan.

Keywords
  • Experiential Learning
  • Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Konseling Masyarakat